McAteer: Tottenham Satu-satunya Saingan Chelsea di Perburuan Gelar EPL

McAteer, Tottenham Satu-satunya Saingan Chelsea di Perburuan Gelar EPL

Eks gelandang Liverpool, Jason McAteer mengungkapkan bahwa Tottenham adalah satu-satunya penantang realistis bagi Chelsea dalam perebutan gelar juara Liga Premier Inggris musim ini. Dalam sembilan pertandingan terakhir, Spurs sama sekali belum terkalahakan.

Tim yang di manajeri oleh Antonio Conte tersebut, saat ini unggul 9 poin dan memimpin klasemen Liga Premier Inggris setelah mengalahkan Arsenal dengan skor 3-1 pekan lalu. Spurs yang saat ini duduk di peringkat ke-dua klasemen tengah menikmati sembilan pertandingan terkahir tanpa terkalahakan secara beruntun sejak Desember.

Manajer Spurs, Mauricio Pochettino akhir pekan ini akan membawa tim asuhannya untuk melakoni laga tandang ke Anfield dan McAteer mewaspadai ancaman yang akan diberikan Tottenham pada Liverpool, yang harus rela turun ke posisi lima setelah melakoni lima pertandingan terakhir tanpa mencatat satu pun kemenangan di 2017.

“Hasil imbang (melawan Chelsea) telah membalikkan liga (untuk Liverpool) yang tentunya memalukan dan saat ini Tottenham adalah satu-satunya penantang realistis,” kata McArteer.

“Akan menjadi pertandingan yang berat dengan pergerakan Dele Alli dan performa Harry Kane di dalamnya.”

Tim besutan Jurgen Klopp tersebut, hanya berselisih 1 poin dari Chelsea pada November, akan tetapi Philippe Coutinho cs tampaknya kehabisan tenaga untuk mengimbangi kecepatan dengan The Blues hingga harus tertinggal 13 poin saat ini.

Tim Merseyside di ambang bahaya saat ini, karena terancam gagal mengamankan posisi empat besar setelah harus kehilangan poin saat melawan tim penghuni zoda degradasi, Swansea City dan Hull City.

Tapi, McAteer mengharapkan gaya bermain Tottenham yang selalu menekan dengan tempo tinggi bisa membantu Liverpool untuk menunjukkan penampilan terbaiknya di Minggu (12/02).

“Di sisi lain, bahwa penampilan terbaik Liverpool datang melawan tim penghuni enam besar klasemen pada filosofi mereka sendiri dan merasa tidak perlu untuk diubah.

“Hal tersebut meberikan Liverpool sedikit ruang, lantaran oposisi sedang mereka coba untuk mengeksploitasinya. Ini masih akan sangat terasa sulit,” tambah McAteer.